Publikasi di jurnal Scopus sering dianggap sebagai pencapaian penting bagi dosen karena menunjukkan kualitas penelitian, meningkatkan reputasi akademik, serta mendukung kenaikan jabatan fungsional. Namun, proses menuju publikasi Scopus tidak selalu mudah. Diperlukan strategi penulisan yang terarah, pemahaman terhadap standar editorial, dan manajemen penelitian yang efektif. Artikel ini menyajikan alur lengkap yang dapat menjadi panduan bagi dosen untuk menembus jurnal Scopus secara lebih sistematis.
1. Menentukan Ide Penelitian yang Kuat dan Relevan
Semua publikasi yang baik dimulai dari ide yang solid. Dosen perlu memilih topik yang:
-
Relevan dengan perkembangan ilmu terbaru
-
Memiliki novelty atau kebaruan yang jelas
-
Berdasarkan gap penelitian yang teridentifikasi
-
Didukung literatur yang memadai
Ide penelitian yang kuat akan memudahkan penyusunan argumen dan memberi nilai lebih di mata reviewer.
2. Melakukan Literature Review yang Komprehensif
Scopus menilai kualitas artikel berdasarkan kemampuannya berinteraksi dengan penelitian lain. Langkah ini dapat dilakukan dengan:
-
Menggunakan database seperti Scopus, ScienceDirect, DOAJ, atau Google Scholar
-
Mengidentifikasi tren, teori utama, dan metode dominan
-
Menyusun sintesis literatur, bukan hanya ringkasan
Literatur review yang baik akan menegaskan posisi riset dan menunjukkan kontribusi akademik.
3. Menyusun Proposal dan Desain Penelitian
Sebelum penelitian dimulai, dosen perlu menetapkan:
-
Rumusan masalah dan tujuan yang spesifik
-
Desain penelitian yang tepat (kualitatif, kuantitatif, atau campuran)
-
Teknik pengumpulan dan analisis data
-
Instrumen penelitian yang valid dan reliabel
Desain yang matang menjadi fondasi bagi artikel berkualitas tinggi.
4. Melaksanakan Penelitian dan Mengolah Data
Pada tahap ini, penting untuk:
-
Melaksanakan penelitian sesuai etika akademik
-
Mengolah data menggunakan software seperti SPSS, NVivo, SmartPLS, atau Python
-
Menampilkan data dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram
-
Menuliskan temuan secara objektif
Data yang kuat memperkuat argumentasi penulis dalam bagian pembahasan.
5. Menulis Artikel Mengikuti Struktur Standar Jurnal Scopus
Sebagian besar jurnal Scopus menggunakan struktur IMRaD:
-
Introduction
-
Methods
-
Results
-
Discussion
Penulisan perlu memperhatikan:
-
Keterbacaan dan kejelasan
-
Sitasi yang konsisten (APA, MLA, Chicago, dll.)
-
Bahasa akademik yang formal dan bebas bias
Penggunaan alat bantu seperti Grammarly, Turnitin, dan Mendeley sangat membantu meningkatkan kualitas naskah.
6. Memilih Jurnal Scopus yang Tepat
Pilih jurnal yang:
-
Sesuai dengan topik penelitian
-
Masuk dalam kategori Q1–Q4
-
Tidak termasuk daftar jurnal bermasalah
-
Memiliki template dan author guidelines yang jelas
Kesesuaian jurnal sangat mempengaruhi peluang diterima.
7. Mengirimkan Manuskrip dan Menanggapi Review
Setelah naskah dikirim:
-
Editor akan melakukan screening awal
-
Manuskrip dilanjutkan ke reviewer
-
Reviewer akan memberikan komentar yang perlu dijawab secara detail
Respons yang jelas, sopan, dan berbasis data sangat membantu mempercepat penerimaan.
8. Finalisasi, Proofreading, dan Publikasi
Setelah revisi disetujui:
-
Lakukan proofreading akhir
-
Periksa kembali sitasi, tabel, dan kelengkapan dokumen
-
Tunggu proses typesetting hingga artikel dipublikasikan
Pada tahap ini, artikel sudah resmi masuk database Scopus.
Kesimpulan
Mempublikasikan artikel di jurnal Scopus bukan hanya tentang kemampuan menulis, tetapi tentang proses penelitian yang sistematis, pemilihan jurnal yang tepat, serta konsistensi dalam mengikuti standar akademik. Dengan mengikuti alur mulai dari ide penelitian hingga tahap revisi, dosen dapat meningkatkan peluang sukses dalam publikasi. Kunci utama adalah ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus belajar dari proses review.
 Pesan jasa penulisan buku akademik sekarang: Klik di sini
Kami siap membantu Anda menerbitkan buku ajar, buku referensi, atau monograf dengan kualitas tinggi dan pengakuan akademik resmi

